Pengaruh Pola Asuh Buruk Bagi Pergaulan Anak (Parenting Tips)

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Meski tidak 100 persen benar, namun pepatah itu ada benarnya juga. Saya pernah melihat tingkah laku anak saat memerintah temannya. Lagaknya seperti seorang bos yang menyuruh karyawannya. Selidik punya selidik, ternyata sang ayah memang sering memerintah pembantu rumah tangganya mirip seperti lagak sang anak saat memerintah temannya. Jadi marilah kita mengenal sikap-sikap orang tua yang kurang baik ini, dan tidak menerapkannya dalam mendidik buah hati kita.

Terlalu memanjakan

Orang tua seperti ini biasanya selalu memberikan apa yang menjadi keinginan sang anak. Memanjakan itu memang perlu agar sang bisa benar-benar merasakan bahwa orang tuanya benar-benar mencintainya. Namun bila terlalu memanjakan ternyata menimbulkan efek negative bagi sang anak. Anak yang memiliki orang tua seperti ini biasanya kurang bisa tegar dalam menghadapi segala masalah. Hal ini dikarenakan sang anak lebih sering menggantungkan segala sesuatunya pada orang tua. Bila kebiasaan ini terlalu dibiarkan, maka anak akan mengalami masalah dalam pergaulan. Misalnya pada saat dirinya sedang ada masalah dengan temannya. Dia akan cenderung takut untuk memecahkan masalah dengan cara yang “dewasa”.

Terlalu Menguasai Anak

Orang tua yang otoriter biasanya kurang mau mendengarkan saat anaknya mengajak ngobrol, apalgi meminta sesuatu. Orang tua seperti ini biasanya lebih suka mengatur sang anak dan selalu merasa benar, sehingga dia menginginkan sang anak hanya menuruti apa yang menjadi keinginannya saja. Anak yang dididik oleh orang tua seperti ini biasanya cenderung suka memberontak di luar rumah, namun di dalam rumah dia selalu “terlihat” menuruti apa yang menjadi keinginan orang tuanya.

Terlalu protektif

Sebagai orang tua, tentu orang tua harus melindungi anaknya. Hal ini juga sangat penting untuk menunjukkan orang rasa sayang orang tua kepada anak. Misalnya pada saat anak sakit, maka orang tua selalu berusaha ada bersama sang anak. Namun bila terlalu melindungi ternyata tidak baik juga lho… buat perkembangan kepribadian sang anak. Anak yang terlalu dilindungi oleh orang tua, misalnya terlalu membatasi pergaulan, terlalu membatasi tempat bermain anak, dll, biasanya anak menjadi kurang percaya diri atau “minder”. Karena terlalu banyak dibatasi dalam bergaul, maka sang anak menjadi cenderung menutup diri dari pergaulan.

Menggunakan Pola Kekerasan

Pada jaman dahulu, banyak orang tua yang mendidik anaknya dengan kekerasan. Misalnya dengan cara membentak dan menghukum secara fisik. Bila ada orang tua yang dibiarkan untuk menghukum atau mendidik anaknya seperti ini, biasanya sang anak cenderung akan menyukai cara “kekerasan” dalam menyelesaikan masalah dan sulit untuk mengontrol emosi.

Terlalu Sibuk

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, orang tua tentu harus bekerja. Bahkan tidak jarang seorang anak yang memiliki ayah dan ibu yang berkarir. Namun bila orang tua terlalu sibuk, dan biasanya sibuk dalam bekerja, juga bisa membawa dampak negative juga bagi sang anak. Anak yang memiliki orang tua seperti ini biasanya cenderung “haus kasih sayang”. Karena kurang mendapatkan kasih sayang, sang anak biasanya cenderung mudah percaya dengan orang lain dan apalgi bila sudah percaya sekali dengan orang tersebut. Biasanya anak seperti ini lebih berbahaya saat usianya mulai menginjak remaja.

Terlalu member kebebasan

Memberikan kebebasan kepada anak dalam mendidik anak kadang perlu juga. Karena pola asuh ini bisa memacu anak untuk lebih berkreasi. Namun bila orang tua terlalu cuek dan kurang memperhatikan pergaulan sang anak, tentu juga akan memeberikan efek yang tidak baik juga bagi sang anak. Syukur kalau anak kita memang anak yang baik dan bisa dipercaya, tapi kalau sebaliknya….

Artikel ini buka untuk membuat anda bingung, karena semua ada sisi positif dan negatifnya. Anda sendirilah yang mengenal buah hati anda. Jadi anda sendirilah yang paling mengerti seberapa “kadar” otoritas, memanjakan, protektif, kesibukan, kekerasan, dan kebebasan yang anda berikan bagi buah hati anda. Hal ini biasa diatasi dengan cara meningkatkan komunikasi, memberikan waktu luang kepada anak, mencurahkan kasih sayang lewat perhatian-perhatian kecil kepada anak, memberikan pujian kepada anak, mengerti kapan anda harus marah (dan tau tujuan kita marah), seberapa besar ketegasan yang diberikan kepada anak, dan masih banyak hal lain yang bisa kita berikan kepada anak untuk menjadikan buah hati kita bertumbuh menjadi pribadi yang mandiri, penuh cinta, bersuka cita, dan kebaikan-kebaikan yang lain, agar buah hati kita pun memiliki ketrampilan bersosialisasi yang baik, cerdas dalam bergaul, dan tidak terjerumus dalam pergaulan yang “negatif”.

Sumber : Blog Kak Zepe