Tata cara Aqiqah Dan Sunnah Rasulullah SAW

Aqiqah merupakan proses pemotongan hewan sembelihan yang dilakukan tujuh hari setelah bayi dilahirkan. Proses aqiqah ini merupakan bentuk syukur seorang muslim kepada Allah SWT. Aqiqah berasal dari bahasa arab yang berarti ‘memotong’.

Tentu dalam aqiqah ada tata cara yang telah disunnahkan Rasulullah SAW, bukan hanya memotong rambut bayi hingga gundul juga ditandai dengan penyembelihan hewan aqiqah seperti kambing atau domba.

Berikut tata cara aqiqah menurut sunnah Rasulullah SAW, yaitu:

1. Jumlah hewan aqiqah

travis grossen/Unsplash


Jumlah hewan aqiqah untuk anak laki-laki dan perempuan berbeda. Untuk anak laki-laki, jumlah hewan aqiqah yang disembeli dua ekor kambing atau domba. Sedangkan untuk anak perempuan hanya satu ekor kambing atau domba. Akan tetapi jika untuk anak laki-laki tidak mampu menyembeli dua ekor kambing, maka seekor diperbolehkan.

2. Kondisi hewan untuk aqiqah

roy mos/Unsplash


Hewan untuk aqiqah harus dalam kondisi sehat, tidak cacat, tidak kurus dan memilki umur yang sudah cukup dijadikan hewan aqiqah. Disunnahkan pula, daging aqiqah sebaiknya dimasak terlebih dahulu, terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 172, Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-nya kamu menyembah”

3. Mencukur rambut anak yang akan di aqiqah

mindy olson/Unsplash


Hal pertama yang dilakukan saat akan mengaqiqah anak adalah dengan mencukur rambut bayi berusia tujuh hari sampai gundul.

Dalam mengguduli rambut bayi dengan doa, dan memotong rambut bayi dengan tata cara seperti berikut:

– Cukur rambut bayi semuanya sampai gundul
– Rambut hasil cukuran kemudian ditimbang dan jumlah timbanganya dinilai dengan emas atau perak, yang kemudian nilai itu disedekahkan.

4. Memberikan anak nama

omar lopez/Unsplash


Orang tua harus memberikan nama pada anak yang di aqiqah. berikan anak nama yang baik, sesuai dengan anjuran agama islam. Nama anak adalah pengharapan dan do’a orang tuanya.

5. Menyembelih hewan kambing atau domba

qamma farm/Unsplash


Setelah mencukur rambut bayi dan memeberikan nama, langkah selanjutnya adalah menyembelih kambing yang sudah memenuhi syarat yang telah dijelaskan diatas.

“sesungguhnya Allah telah mewajibkan cara yang baik kepada tiap-tiap segala sesuatu. Maka apabila kamu membunuh, hendaklah kamu membunuhnya dengan cara yang baik, dan jika kamu menyembelih hendaklah kamu menyembelihnya dengan cara yang baik dan hendaklah ia memudahkan (kematian) binatang yang disembelihnya.” (HR Muslim).

Sumber: https://kumparan.com/berita-hari-ini/syarat-dan-tata-cara-aqiqah-sesuai-sunnah-rasulullah-saw-1vHYxHRmlph

https://parenting.dream.co.id/ibu-dan-anak/waktu-yang-sangat-dianjurkan-memberi-nama-anak–180212e.html